?

Log in

 
 
25 January 2011 @ 06:36 pm
Nishiyama Happy Family ~ Family 6  

FAMILY 6

Special Chapter ~ New Years Eve~

 

 

“kaa-chan hayaku! Hayaku! 

“iya iya lha! Sabar... gw kan pake kimono dulu.. lu tarik-tarik too-chan aja sana! ”

“beneran nih lha tarik-tarik too-chan? Beneran? Lha ambil gagang telepon nih sekarang! ”

“cho—haah.. iya iya deh.. beneran sebentar lagi, kaa-chan tinggal pake pita! ”

“kaa-chan centil! ”

 

                Ada apa dengan mereka saat ini? Yah tepat.. ini adalah tanggal 1 Januari. Bertepatan dengan tahun baru. Keluarga Nishiyama kini sedang disibukan dengan persiapan tahun baru yang tidak biasanya karena tepat pada tahun baru kali ini mereka merayakannya tanpa ayah-ayah mereka.

 

31 Desember—22.00

 

 “daddy.. kenapa udah rapih begitu? ” Lha dengan mata berbinar-binar memasang signal jangan-pergi-kemana-mana itu menarik-narik celana Ryo sambil sedikit merengek.

“daddy harus kerja sayang... sana ikut nyiapin soba sama mommy dan kaa-chan! ”

“eeeh? Masa malam tahun baru daddy juga harus kerja sih ? zuruuuui yo daddy!! ” Lha dengan memasang wajah pika-pika kayak anjing lagi keselek merengek dihadapan ryo, karena sedikit tidak tega membuat ni bocah merengek, akhirnya Ryo menggendong Lha.

“kenapa ga ngerengek sama too-chan sana? ”

“abis.. tadi udah, tapi sama too-chan ga digendong juga.. tapi sama daddy kan di gendong kayak gini.. tehe.. daddy sama too-chan kerjanya pulangnya kapan ?”

“hmm.. mungkin besok, Lha jagain Enggar ya selama daddy sama too-chan kerja.. awas adeknya jangan dilempar-lempar.. ” *lu kata enggar bola kasti dilempar2! XD*

“bhu.. mau nyamperin kaa-chan ah.. daddy turun dong! ” selepas digendong Ryo, anak itu berlari menghampiri shanie yang sedang asik menyiapkan kotatsu yang segede meja makan itu sendirian..

“jangan lari-lari!! Ck.. ni anak.. Pi Pi.. anak lu itu ya, ga yang gede ga yang kecil kelakuannya ajaib.. ah! Anak gw juga deng.. ” sambil sibuk masang iket pinggang yang bentuknya aneh itu serta jas khas kerjaannya itu, ryo tersenyum sendiri.

 

***

 

“bang.. beneran ga akan ngerayain sama keluarga? Ini kan taun pertama buat enggar ngerayain sama kita bang.. masa harus dateng ke konser itu juga? ”

“gomen ne.. ” sambil mengecup kening istrinya yang sedang asyik menata kotatsu untuk persiapan malam taun baru nanti, tomo tersenyum manis.

“tapi besok pulang kan? Kita mau ke kuil.. ” shanie menatap suaminya itu dengan tatapan harap-harap cemas, bagaimana tidak. Di malam pergantian tahun ,seharusnya sebuah keluarga itu berkumpul dengan lengkap, ada ayah, ibu serta anak-anak yang menanti pergantian tahun baru dengan gembira, akan tetapi kedua pria yang menjabat sebagai kepala keluarga ini bahkan harus bekerja di malam pergantian tahun yang berharga ini.

“maaf.. kayaknya abang sama ryo-chan baru bisa pulang besok siang, ke kuil pagi-pagi kan? Yah. Zannen.. padahal gw juga pengen rayain bareng anak-anak.. ”

“yaudah.. ga apa-apa.. hati-hati aja ya, jangan lupa satu hal ya bang.. ” shanie menatap tomo dengan serius.

“apa? ”

“..... uang tahun baru <3 ” shanie mengedipkan mata kanannya sambil menatap tomo jahil.

“............................ ”

“Kaa-chan! Ini ditaruh dimana? ” teriak seorang anak perempuan agak tinggi, mungkin dia paling tua diantara anak-anak yang lain. “eh? Too-chan kok rapih gitu ?mau kemana? ” lanjutnya sambil menaruh panci untuk soba ditengah-tengah kotatsu, kemudian dengan tenang duduk dibawah kotatsu.

“too-chan lu ga mau tuh ngasih uang taun baru.. mana dia kerja lagi di malam taun baru gini, tuh as.. jangan ikutin too-chan lu pas udah gede ya.. ” shanie menghasut astri, astri hanya bengong lalu ide jahilnya muncul kembali..

“hnn.. too-chan kerja ya? Kalo gitu gw ikut! Di jimusho pasti banyak cowok ganteng kan ? ikuuut!!” astri menarik-narik jas tomo.

“eeeh? Masa ikut? Ngga! Astri lu udah gede ah.. jangan ngikut-ngikut too-chan dulu, ntar adeknya ngikutin lagi.. ” ucap tomo sambil sedikit melirik kanan kiri atas bawah, takut si father complex ada disekitarnya dan mendengar pembicaraannya. Ternyata benar, Lha, sudah berdiri didekat kotatsu dan menatap kakak dan ayahnya itu bergantian, mulutnya mulai bergetar dan...

“huwaaaaaaaaaaaaaaaaa!! ” ledakan tangisannya menggemparkan seisi rumah, dengan panik dina, ryo umi, nifa berlari menuju ruang kotatsu dan langsung menghampiri suara tangisan yang bising itu..

“ini si lha kenapa?? ” umi mendadak menghampiri lha yang sedang menangis sedangkan nifa udah ngomel ga jelas dan dina menghampiri shanie.

“masa.. hiks.. too-chan sama nee-chan mau pergi ke jimusho ga ngajakin lha? Kan jahaaat.. ” tangisannya sekarang sedikit mereda, ia menatap ryo kemudian menghampirinya.

“ne daddy.. bilangin sama kakek johnny suruh batalin konsernya aja.. jangan pergi kerja aja kalian berdua.. ” ucap lha sambil menarik-narik celana ryo, sontak tomo menggendong anak itu dan membujuknya sedikit. Astri yang melihat itu tertawa sambil didalam hati berkata “gw berhasil lagi! Yes! ”  

“Lha dengerin too-chan ya.. too-chan bilang kan nee-chan ga boleh ikut, berarti ga ada satupun anak too-chan yang too-chan ajak ke jimusho kan? Dan jangan ngomong gitu, too-chan kerja buat siapa hayo? Emang mau too-channya ga kerja lagi? Emang lha ga mau liat too-chan di tipi lagi? ” bujuk tomo.

“bener kata too-chan, kalo daddy sama too-chan ga kerja, emangnya lha mau liat kita berdua ga kerja lagi? Sekarang mending lha bantuin tuh kaa-channya sama mommy buat bikin soba sama okonomiyaki, ikut sama kakak-kakaknya bantuin, ya? ” bantu ryo sambil sedikit mencubit pelan pipi lha.

“un.. ” ucap lha sambil menghapus airmatanya dan turun dari gendongan tomo. “too-chan, daddy.. gomen.. ” lanjutnya.

“daijoubu!! Yaudah.. kami berangkat ya.. ” sambil menciumi keluarganya satu persatu, tomo dan ryo pergi melangkah keluar dari rumah, sementara anak-anaknya semuanya melambaikan tangan dan istri-istrinya hanya terdiam di hadapan kotatsu.

“haah~ sekarang mukanya mommy kek ayam keselek karet! Hahaha ” goda astri sambil pergi ke dapur mengambil bahan untuk membuat okonomiyaki.

“bukan kayak ayam keselek karet,nee-chan! Tapi kayak bekicot kurang serat! Gyahahaha ” nifa ikut berlari menghindari pukulan dari dina, sementara shanie dipinggirnya hanya menutup mulutnya menahan tawa.

“ketawa aja lu nie! Dasar codot.. ”

 

                Tinggal setengah jam menuju pergantian tahun, anak-anak yang menanti bergantinya tahun itu sudah mulai merasakan bahwa mata mereka mulai berat, sementara enggar yang memang masih bayi tidur dengan nyaman di kamar tomo, sedangkan astri, umi, nifa dan lha sudah tidak sabar berada di depan televisi menanti adanya siaran yang menunjukan bahwa tahun telah berganti. Banyak hal yang terjadi di tahun yang akan segera berganti ini. Adanya enggar, lha dan nifa yang sudah mulai besar, umi dan astri yang mulai beranjak remaja serta shanie, dina, ryo dan tomo yang masih belum terbongkar kontrak pertukaran suaminya. Mungkin sudah hampir beberapa kali anak-anak itu memergoki kejanggalan diantara orangtuanya, tapi mereka tidak menanggapi semuanya dengan serius, mungkin hanya belum, entahlah mungkin memang tidak akan pernah terungkap. Dalam hitungan detik , ketika shanie dan dina sedang melamun , Ia menerima E-mail yang isinya hanya..

 

Sekarang juga bawa anak-anak keatas atap , kalian tunggu disana.

 

“eh? ” dina hanya mengeluarkan kata-kata itu sedangkan shanie hanya terdiam kebingungan harus melakukan apa.

“ini kenapa dah emak-emak? Pada cengo begini. ” ucap astri menatap kedua ibunya dengan heran.

“mommy dapet undian? ” tanya umi datar---seperti biasa.

“gw dapet mail dari udha nyuruh kita semua naik ke atap.. ” jawab dina masih dengan ekspresi wajah yang tidak berubah.

“gw juga na! Tomo nyuruh gw bawa anak-anak ke atap.. maksudnya apa ini? Atap mana? Emang kita punya atap? ” ucap shanie dengan bodoh.

“kaa-chan bego! Jelas punya lah.. kalo ga punya atap tiap ari juga ni rumah keujanan.. maksud nya mungkin diatas genteng? ” celetuk lha polos.

“Ha? Masa iya di genteng? Ngga.. ngga mau.. nifa ngga mau kalo kudu keatas genteng.. ”

“punya adek ama nyokap bego semua! Ya diatap yang biasa kalo kita bareng-bareng liat bintang waktu natal.. masa yang nempatin rumah ni duluan kagak inget.. haah~ ” ucap astri cuek.

“udah jangan banyak omong.. ayo sekarang kita keatas...” umi menarik lengan ibunya sementara astri memaksa lha dan nifa untuk berjalan dan menaiki tangga, sementara shanie masih kebingungan ada apa dengan atap.

“ngomong-ngomong, enggar ga dibawa nih? ” tanya lha.

“masih bayi juga lha.. mana mungkin tu bayi dibawa gitu, ntar masuk angin kita juga yang disemprot daddy sama too-chan, gw mah ogah ngambil resiko.. ” jawab astri sambil tetap mendorong nifa yang enggan naik.

“iya.. lagipula enggar daritadi kan udah pules, kalo keanginan nanti dia nangis lagi, mana ga ada udha kan? Berabe kita nanti.. ”

“apa hubungannya sama ryo, na? ” tanya shanie karena mendapatkan kebingungan kembali.

“NYAMPEEEEEE!! ” belum sempat dina menjawab pertanyaan shanie, lha berteriak dengan gembira karena dia sudah berada diatas atap. Langit malam saat itu benar-benar indah, bertabur bintang yang memancarkan sinarnya dan bulan yang terang benderang, tak terasa sudah tinggal beberapa menit lagi menuju pergantian tahun, mereka sudah duduk-duduk tenang diatas atap, sambil menikmati indahnya malam walau saat itu salju mulai turun dan suhu sekitar mulai menurun, terasa di kulit mereka dingin yang mulai menusuk dan permukaan genteng sudah mulai terlihat salju, ini sudah musim salju dan memang saat musim salju, langit malam adalah langit yang terbaik! Udara yang bersih, langit yang bersih serta suasana malam yang indah adalah yang terbaik.

“tunggu, too-chan ngapain nyuruh kita naek ke atap begini? Kan dingiiiin.. ” astri yang sudah mulai kedinginan menggosok-gosok telapak tangannya yang sudah mulai terasa dingin.

“tunggu bentar, kaa-chan dapet email lagi.. ”

 

Sekarang liat ke atas langit, jangan lupa anak-anak jangan ampe ketiduran.

Tunggu ya..

 

                Dengan perasaan hati yang berdebaran, shanie mengajak dina , umi, astri, lha dan nifa untuk melihat keatas langit, semuanya terlihat sangat gembira. Dalam itungan menit, ketika semuanya sudah bersiap untuk melihat keatas langit, terdengar suara bentuman keras diatas langit, dan percikan api berwarna-warni mulai terlihat terpancar dari sebuah lapangan indoor yang dipakai untuk konser akhir tahun sebuah agency.

“mommy liat itu!! ” nifa bersorak dengan gembira dan menatap dengan tak percaya percikan api berwarna-warni yang membentuk sebuah kalimat.

“uso! Jadi itu? ” sontak astri tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, sementara lha dan umi hanya terdiam tak dapat berkata apa-apa melihat pemandangan indah diatas langit itu.

“na.. gw nangis nih.. ” ucap shanie sambil sedikit mengelap pipinya yang dijatuhi airmata.

“jangankan elu nie, gw udah daritadi ga bisa ngomong apa-apa.. jadi ini kejutan dari mereka? Walaupun mereka ga sama-sama kita sekarang ini, tapi dengan melihat itu gw ngerasa mereka ada disisi kita nie.. ” jawab dina masih menatap keatas langit dengan tatapan penuh kekaguman.

Karena diatas langit yang kelam, yang dipenuhi bintang itu, kini terbentuk sebuah kalimat dari percikan api berwarna-warni bernama kembang api membentuk :

 

AKEMASHITE OMEDETOU GOZAIMASU.. BOKUTACHI NO TAISETSU NA KAZOKU.. KYOUNEN WA IRO-IRO OSEWA NI NARIMASHITA.. KOTOSHI MO OSEWA NI NARIMASU... DAISUKI <3

 

“akeome.. daddy..too-chan.. ” ucap semua anak-anaknya dengan gembira, mereka tak hentinya menatap langit penuh bintang yang dihiasi kembang api membentuk berbagai macam bentuk ungkapan hati sang ayah untuk keluarganya, dengan warna-warna yang menghiasi malam indah itu, mereka tak merasa kesepian walaupun tomo dan ryo tidak ada disisi mereka saat itu untuk menyaksikan hal indah tersebut, mereka tak merasa kedinginan karena salju yang mulai turun lebat, mereka juga tak merasa sedih karena tahun sudah berganti dan hidup yang baru akan dimulai kembali hari ini..

“ake ome.. kaa-chan.. mommy.. kotoshi mo yoroshiku onegaishimasu! ” ucap umi, astri, lha dan nifa berbarengan dan disambut anggukan gembira dari sang ibu.

“ake ome.. atashi tachi no kodomotachi.. ”

“ngomong-ngomong disini mulai kerasa dingin banget ya? Kaa-chan, mommy, lha, umi, nifa.. masuk yu.. soba nya jadi dibikin ga nih? Aah tapi pengen nabe! ” astri langsung berlari kebawah dengan semangat. Diikuti adik-adiknya dan ibunya yang hanya bisa tersenyum menatap tingkahnya.

“hai hai.. kaa-chan mau bikin nabe! Lha sama astri bantuin kaa-chan kan ?” kata shanie dengan gembira ketika dengan mengagetkan suara ringtone hape terdengar dari saku jaketnya.

“siapa kaa-chan ?” tanya astri.

“too-chan! Bentar yak.. ” shanie mengangkat telpon dari suaminya, dengan wajah yang berseri-seri, Ia berbicara dengan semangat. “AKEOME.. DANNA! ” lanjutnya sambil berteriak.

ga usah teriak nie! Haha.. akeome.. udah liat kan pesannya? Suka?

“ung! Daisuki! Arigatou.. ”

nie! Loudspeak ya.. ryo-chan juga pengen ngomong sama dina katanya.. ---

“too-chan sama daddy ga mau ngomong sama anak-anaknya nih? ” potong anak-anak mereka berbarengan, karena pada kenyataannya saat pertama kali shanie mengangkat telp dari tomo, Ia sudah meloudspeak pembicaraan mereka.   

eeeh? Aah.. akeome.. bokutachi no tenshi-tachi..gimana udah liat kan? Suka ? ” tanya ryo dan tomo berbarengan.

“ung.. suki! Daisuki.. kok sempet-sempetnya lagi kerja nyalain yang kayak gitu daddy? ” tanya nifa.

untuk kalian apa sih yang ga mungkin? --Ah minggir dulu pi—mommy disitu gak?

“kenapa udha? Akeome.. arigatou.. kembang apinya indah, makasih ya udah nyiapin yang kayak gini buat kita. ” ucap dina dengan senang hati.

jadi dina daritadi disitu? Ung.. akeome. Kotoshi mo yoroshiku ne. Besok kalian mau ke kuil ? jam berapa?

“bukan besok udha.. tapi nanti pagi, ini kan udah tanggal satu.. gimana sih.. iya mau, udha pulang? Pulang ya.. kan konsernya juga udah beres kan ?”

belum sayang.. walau udah selesai tapi gw kan kudu ikut pesta akhir taun bareng staff dan semuanya..

“oh... yaudah, besok pulang hati-hati ya---- ”

“minggir na! Gw ngomong sama tomo dong! ” ujar shanie sambil menggeser posisi dina yang asalnya berada di hadapan handphonenya. “ryo.. kasih tomo dong.. bentar aja.. ” lanjutnya.

kenapa nie? Oh iya.. jagain enggar ya.. dia kalo malem-malem biasanya bangun kan? Sekarang jam berapa? ” ucap tomo, terdengar suara ryo yang mulai menjauh dari telpon, mungkin dia sudah tidak bersama tomo.

“iya bang, enggar ngga kebangu—n.. mungkin! Tehe.. belum diliat sih, soalnya daritadi enggar ditinggal di kamar.. ”

haaaah?! Sendirian? Gimana kalo dia bangun terus jatoh dari tempat tidur? Yaudah.. pokoknya jaga anak-anak ya, bilang lha sama nifa jangan gangguin adeknya.. sekali lagi.. akemashite omedetou, oyasumi..

“oyasumi.. ”

 

************

01 Januari ---07.00

 

“moooooommmmmyyyyyyyyyyyyy!!! ” teriakan nifa saat itu terdengar sampai dapur, dina yang sedang menyiapkan makanan pagi sontak terkaget mendengar teriakan anaknya itu.

“aduh! Apaan sih nifaaaa?! Ga usah teriak-teriak napa! Lu kata ni rumah lapangan tokyo dome bisa teriak-teriak? Kenapa? ” dina yang terkaget langsung berlari menuju kamar nifa, dilihat anaknya saat itu sedang kesulitan memasang pita kimononya.

“ini nih nyak, nee-chan ga mau bantuin, jadinya gw bingung masang ini pita kayak gimana.. ” jawab nifa masih kesulitan memasang pita pada kimononya.

“tadi mommy, sekarang balik ke enyak lagi.. lu manggil gw yang bener napa fa.. ini umi lagi! Bantuin adeknya kenapa?! Malah asik dandan sendiri.. ”

“tanggung mom.. tinggal pake lipgloss.. ” jawab umi datar.

“ckck.. disuruh bantu adeknya aja ga mau.. liat tu astri! Dia aja bantuin si lha buat pake topinya.. ” gerutu dina sambil memasangkan pita pada kimono nifa, sementara nifa saat itu udah senyum-senyum sendiri ngerasa puas karena kakaknya dimarain.

“apaan mom.. lha kan ga pake kimono! Tu anak mana mau pake begituan, ini si nifa nya aja kecentilan.. toh daritadi umi disini, dia ga minta bantuin.. yaudah.. ah umi duluan masuk mobil ya.. ”

“nee-chan emang jahat! ”

“bodo! Weee... ” umi kabur langsung masuk kedalam mobil sementara dina geleng-geleng kebingungan karena kedua anaknya yang biasanya akur menjadi seperti ini..

“udah siap nih..sana ikut nee-channya masuk mobil.. bentar lagi kita berangkat.. ”

 

*****

                Pagi itu, kuil terlihat dipenuhi oleh orang dari berbagai wilayah untuk datang berdoa pada awal tahun , keluarga nishiyama termasuk ada disitu, lha yang lari kesana kemari, nifa yang sibuk dengan kimononya, dina dan shanie yang kebingungan bagaimana membuat anak-anaknya diam saat itu membuat suasana kuil semakin ramai.

“astri! Kejar adeknya tuh... tangkep kalo bisa taliin aja biar gak lari kemana-mana.. daritadi kaa-chan bingung liat anak ini lari-lari muter-muter kuil.. kasian yang lagi doa tuh.. ” ucap shanie sambil tetap mempertahankan keanggunannya yang sudah memakai kimono

“Haaaaaai! Lha! Liat tuh takoyaki banyak.. ” di iming-iming takoyaki, lha berhenti berlari-lari dan mengikuti kakaknya itu untuk membeli takoyaki. sementara dina...

“ga mau.. ”

“cepetan fa! Kita kan mau berdoa.. jangan diem disini terus...”

“GA MAU!! Enyak ga liat orangnya penuh begitu? Nanti kalo gw jatuh gimana? Mana gak ada daddy lagi. ”

“jangan banyak ngomong nif.. udah turun dari situ, dan ikut nee-chan doa.. ” umi menarik nifa dengan paksa dan membawa nifa mengantri untuk berdoa, dina yang melihatnya hanya geleng-geleng kayak patung budha teler, sambil mengikuti mereka dari belakang.

 

Tiba dimana saatnya mereka sibuk menginginkan omikuji (ramalan awal tahun), lha dan astri yang sudah lebih dulu hanya berdiri terdiam menatap sebuah kertas kecil ditangannya, mereka seolah tak percaya dengan apa yang mereka lihat didalam kertas tersebut.

“lha dapet apa? ” ucap shanie gembira sambil mengambil omikuji miliknya.

“aaah.. chukichi. Berarti taun ini cuman segitu? Haah hidoi yo kami-sama.. “ jawabnya sambil menunduk.

“kalo astri? ” tanya umi melihat saudara nya itu hanya terdiam menatap kertas yang ada ditangannya itu.

“da.. daikyou.. HUWAAAAAAAAAAAAAA! Kami-sama hidosugiruuu!! Masa dapet super bad luck gini? Lha aja dapet chukuchi.. ” astri masih tidak bisa menerima hasil ramalan awal tahunnya, sementara dina, shanie dan nifa kebingungan dengan apa yang mereka dapatkan.

“umi dapet daikichi dong! Hehe..” umi tersenyum sumringah—untuk pertama kalinya--- sambil menatap dengan senang saudara-saudaranya yang mendapatkan hasil yang kurang memuaskan.

“mommy juga.. loh! ” sahut dina dengan senang hati.

“tapi gw daikyou na.. ” ucap shanie sambil nyaris meremas kertas omikuji miliknya.

“nifa gimana? ”

“kichi.. yah seenggaknya lumayan lah,.. daripada dapet kyou.. tehe ” ucapnya sambil melengos pergi menuju mobil.

 

“tunggu... ngomong-ngomong apa kita ga kelupaan sesuatu nih ?” tanya dina dengan penasaran merasa ada yang kurang diantara mereka.

“apaan sih mommy? ” tanya astri masih meremas kertas omikujinya.

“Na! Mampus! ” shanie menepuk pelipisnya dan berhasil diberi tatapan mencurigakan dari anak-anaknya.

“ENGGAR KETINGGALAAAAAAAAAAAAN DI RUMAH!! ”

“EEEEEH??? ”

 

Continue~  

 

 
 
Current Mood: annoyedannoyed
 
 
 
din4mo: Kei XDDdin4mo on January 25th, 2011 02:42 pm (UTC)
yaaaaaaaa...
dikit ama gw ma ryo nya, Lhaaaaaaaaaaaaaaa~
*ditabok*

tp tetep ye... dudul !! xDDDD
enggarenggar on January 25th, 2011 02:59 pm (UTC)
nee-chaaaaaaaaaaaaannnnnn
buset saya udah kaya bola aja d lempar2 xD
ituuuu, kenapa saya tiba2 d tinggal? >______<'
lanjutkan nee-chan~~ ihihhi I'm waitiiing ♥
Shanie: tegonestasheva on January 25th, 2011 05:04 pm (UTC)
wkwkwk XDDDD
si enggar ditinggal2 mulu yak?!?! haha..

itu bekicot ma codot nape jd di bawa2 lhaaa~~ XDDD